Hidup itu… bernafas? Berbicara? Berjalan? Betapa banyak pertanyaan yang terucap dari mulut kita yang sebetulnya merupakan sebuah pertanyaan yang dengan pasti pernah diucapkan oleh setiap insan di dunia : Apakah itu “Hidup”?
Kalo kita mau melihat dari sisi keagamaan tujuan hidup adalah mencapai keridhaan ALLAH SWT dan Bagi kaum Kristen dan agama lainya itu menjalani keyakinan masing-masing. Namun untuk memaknai hidup dari sudut pandang pikiran saya. Hidup itu adalah menjawab. Simpel sekali bukan? Banyak orang memaknai hidup itu untuk sukses dalam arti kaya. Jawaban itu tidak salah. Karena hidup hanya dapat dimaknai oleh masing-masing orang yang mempertanyakan. Tidak ada satu jawaban umum mengenai makna hidup itu tersendiri. Jadi jika kita ikin memaknai hidup tanyalah pertanyaan itu kepada diri kita. Untuk apa kita hidup? Maka saya akan menjawab “ saya hidup untuk membuat perbedaan” mungkin anda menjawab “ saya hidup untuk melanjutkan cita-cita ayah saya” jawaban dari a ke z akan berbeda.
Jadi apakah ada makna hidup yang salah: menjadi jahat tentu salah. Tapi, kebenaran itu nisbi, jadi pernyataan barusan itu salah. Makna hidup yang salah adalah ketika kita “menjawab” ,jawaban tersebut bukanlah murni jawaban kita namun karena pengaruh orang lain, itulah makna hidup yang salah.
Memaknai hidup yang benar : dengarlah suara hati kalian, temukan jawaban yang kalian cari jauh jauh di dalam diri kalian dan dengarlah jawaban yang anda temukan, jangan takut salah. Karena benar salah hanya anda yang menentukan . Namun apa yang benar buat anda, maka itulah kebenaran. Memaknai hidup dengan benar adalah dengan menentukan jalan hidup anda sendiri.
Kalo kita mau melihat dari sisi keagamaan tujuan hidup adalah mencapai keridhaan ALLAH SWT dan Bagi kaum Kristen dan agama lainya itu menjalani keyakinan masing-masing. Namun untuk memaknai hidup dari sudut pandang pikiran saya. Hidup itu adalah menjawab. Simpel sekali bukan? Banyak orang memaknai hidup itu untuk sukses dalam arti kaya. Jawaban itu tidak salah. Karena hidup hanya dapat dimaknai oleh masing-masing orang yang mempertanyakan. Tidak ada satu jawaban umum mengenai makna hidup itu tersendiri. Jadi jika kita ikin memaknai hidup tanyalah pertanyaan itu kepada diri kita. Untuk apa kita hidup? Maka saya akan menjawab “ saya hidup untuk membuat perbedaan” mungkin anda menjawab “ saya hidup untuk melanjutkan cita-cita ayah saya” jawaban dari a ke z akan berbeda.
Jadi apakah ada makna hidup yang salah: menjadi jahat tentu salah. Tapi, kebenaran itu nisbi, jadi pernyataan barusan itu salah. Makna hidup yang salah adalah ketika kita “menjawab” ,jawaban tersebut bukanlah murni jawaban kita namun karena pengaruh orang lain, itulah makna hidup yang salah.
Memaknai hidup yang benar : dengarlah suara hati kalian, temukan jawaban yang kalian cari jauh jauh di dalam diri kalian dan dengarlah jawaban yang anda temukan, jangan takut salah. Karena benar salah hanya anda yang menentukan . Namun apa yang benar buat anda, maka itulah kebenaran. Memaknai hidup dengan benar adalah dengan menentukan jalan hidup anda sendiri.







